Minggu, 27 November 2016

Yatim


Definisi Yatim menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah: tidak beribu atau tidak berayah lagi (karena ditinggal mati), sebutan Yatim dalam bahasa indonesia adalah serapan dari bahasa arab dari akar kata Ya Ta Ma yang berarti ketersendirian, lemah, letih, terlepas, dan duka, berdasarkan makna itu kita bisa simpulkan bahwa yatim adalah ketersendirian yang menjadikan ia membutuhkan karena lemah letih dan duka kemudian kalau kita majemukan dengan menambahkan anak didepan kata yatim menjadi Anak Yatim dapat kita maknai Seorang anak yang di tinggal salah satu kedua orang tuanya terlebih di tinggal bapaknya kemudian menjadikan ia sangat lemah, duka serta ketersendirian dari sisi kebutuhan materialnya ataupun psikisnya maka ia layak di sebut anak yatim, namun apakah seorang anak dengan orang tuanya yang masih hidup menelantarkannya sehingga anak tersebut menjadi sangat membutuhkan dari materialnya ataupun psikisnya, menurut hemat saya ia termasuk anak yatim, namun tetap orang tuanyalah yang lebih bertanggung jawab kita hanya perlu membamtu sesuai kebutuhannya.

Dalam Al quran akar kata Ya Ta Ma terulang 23 tempat, dan semua menjelaskan tentang pentingnya memperhatikan anak yatim baik dari kebutuhan materialnya dan psikisnya, namun secara global berbuat baik kepada anak yatim adalah kewajiban setiap umat, bahkan umat sebelum nabi Muhammad SAW yang termaktub dalam surah Al baqarah ayat 83 Dengan konteks
"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling".
Di dalam ayat tersebut Allah mengambil janji kepada kaum Bani Israil untuk Berbuat baik kepada anak yatim yang  ke empat setelah Kaum bani Israil dilarang menyembah selain Allah, kemudian Berbuat baik kepada orang tua dan berbuat baik kepada kerabat. Begitu pentingnya anak anak yatim bagi umat adalah mereka adalah generasi yang akan kelak menggantikan kita, Ketika anak anak yatim tidak mendapatkan pendidikan soal agama, moral, dan etika, apa jadinya kelak mereka nanti mengelola dunia ini, maka kesalahan terbesar kita yang acuh terhadap anak anak yatim yang ada di sekitar kita, siap siap dunia ini di huni generasi yang tidak ber moral.

Bukan berkata terlalu jauh tentang pengelolaan dunia ini yang kelak akan di pegang oleh anak anak kita tetapi kalau saja setiap pribadi memikirkan dan mengajak seorang saja untuk berbuat baik kepada anak anak yatim, maka semua anak anak yatim kita bisa mendapatkan semua kebutuhannya.

Ruhiyata

Minggu, 10 Juli 2016

Tasyakuran milad YBI ke 2

   Tidak terasa kami dan pengurus Yayasan Baitunnajmi telah menginjak tahun kedua yang tasyakurannya telah dilaksanakan tanggal 18 Juli 2016 lalu, tentunya masih banyak kekurangan kekurangan dalam kegiatan kami dalam menyantuni anak yatim dan jompo , namun kami bertekat kedepannya kami selalu berbuat sesuai petunjuk Allah dan dapat menggugah para donatur untuk selalu mendapat keberkahan rezeki dan dapat memberikan rezekinya kepada yang berhak melalui yayasan kami , kami pribadi pun berterimakasih kepada pengurus Yayasan Baitunnajmi Indonesia yang telah berbuat sekuat tenaga mengetuk para donatur untuk selalu menyisihkan rezekinya kepada yayasan kami, dan juga berterima kasih kepada donatur yang telah mempercayai kami sebagai pengelola sedekah para donatur. trimakasih


Jumat, 08 Juli 2016

kata kata Ali bin Abi Thalib


Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya
-Khalifah Ali bin Abi Talib-

Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-

Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-

Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai bila-bilapun dia tidak akan menjadi orang yang berani.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-

Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak boleh mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Cinta kepada Allah ialah puncaknya cinta. Lembahnya cinta ialah cinta kepada sesama. 
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Cintai dan sayangilah para fakir miskin, maka Allah akan menyayangimu.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Hati manusia adalah seperti binatang buas. Barangsiapa (hendak) menjinakkannya, akan diterkamnya
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Hidup di global hanya merupakan loka tinggal sementara buat melanjutkan perjalanan yang jauh menuju keabadian.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Jauhilah dengki, sebab dengki memakan amal kebaikan sebagaimana barah memakan kayu bakar.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Kemenangan dicapai dengan tekad; tekad tercapai dengan pemikiran, dan pikiran dibentuk dengan menjaga rahasia. 
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Orang nan berjiwa besar teguh pendiriannya tetapi tak keras kepala.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Pahlawan bukanlah orang nan berani meletakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan nan sebenarnya adalah orang nan sanggup menguasai dirinya di kala ia marah.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Selama kedudukan Anda baik, kekurangan Anda tertutup.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib- 

Tanda-tanda orang nan celaka antara lain: bergairah dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan haram dan menjauhi nasihat.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Tugas sifat manusia nan merusak ialah kikir nan dituruti, hawa nafsu nan diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri nan berlebihan.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Ulurkan cintamu sebab Tuhanmu dan tariklah cintamu sebab Tuhanmu. Pasti kamu tidak akan kecewa.
 Yang paling mampu memaafkan ialah orang yang paling berkuasa untuk menghukum.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Yang terbaik di antara kalian ialah mereka nan berakhlak paling mulia.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Semulia-mulia kekayaan milik pribadi adalah meninggalkan banyak keinginan.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Jika engkau ingin mengetahui watak seseorang, maka ajaklah dia bertukar pikiran denganmu. Sebab, dengan bertukar pikiran itu, engkau akan mengetahui kadar keadilan dan ketidakadilannya, kebaikan dan keburukannya 
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Jadilah orang yang dermawan tapi jangan menjadi pemboros. Jadilah orang yang hidup sederhana, tetapi jangan menjadi orang yang kikir.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu.”
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

“Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik.”

“Setiap orang yang hendak dijemput oleh ajalnya meminta lebih banyak waktu. Sementara semua orang yang masih memiliki waktu membuat alasan untuk menunda-nunda.”
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

“Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.”
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

“Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.”
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Telanlah amarahmu sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa lebih manis dan lebih lezat daripada itu.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Sisihkan gelombang-gelombang kerisauan dengan kekuatan kesabaran dan keyakinan.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Jangan sekali-kali menyebabkan keluargamu paling menderita karenamu.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Bagianmu yang sesungguhnya dari dunia ini adalah yang memberimu kehormatan diri.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Jika kau biasakan dirimu meratapi segala yang hilang darimu, seharusnya engkau juga meratapi segala hal yang tidak kau peroleh.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Dua jenis manusia yang tak kan merasa kenyang selama-lamanya: pencari ilmu dan pencari harta.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Barangsiapa yang melanggar batas kebenaran pasti kehilangan arah.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Allah telah memberikan petunjuk kepadaku sehingga aku bisa mengenali diriku sendiri dengan segala kelemahan dan kehinaanku.”
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

“Pengkhianatan yang paling besar adalah pengkhianatan umat, sedang pengkhianat yang paling keji yaitu pengkhianatan pemimpin.”
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Sekiranya Allah tidak mengancam orang berdosa dengan hukuman-Nya sekalipun, sudah sewajarnya Ia ditaati sebagai ungkapan syukur atas nikmat dan karunianya.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Dosa yang paling berbahaya adalah dosa yang diremehkan oleh pelakunya.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Allah mewajibkan atas orang bodoh agar ia belajar sebagaimana ia mewajibkan atas orang pandai agar mengajarkan kepandaiannya.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Alangkah indahnya sikap merendah hati dari kaum hartawan terhadap kaum fakir miskin, demi memperoleh keridaan Allah. Namun yang lebih indah lagi adalah ketinggian hati kaum fakir miskin atas para hartawan disebabkan keyakinan kuat mereka akan jaminan Allah.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Orang yang berdoa tanpa beramal sama halnya seperti pemanah tanpa busur.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Memuji seseorang lebih daripada yang ia berhak menerimanya sama saja menjilatnya. Tetapi melalaikan pujian bagi orang yang berhak menerimanya menunjukkan kebodohan dan kedengkian.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

“Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu akan berkurang jika dibelanjakan tetapi ilmu akan bertambah jika diamalkan.”
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

“Lebih baik engkau mengalah sedang engkau sebagai orang yang adil, daripada engkau memilih menang dalam keadaan engkau sebagai orang yang zhalim.”
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

“Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu.”
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-